Ternyata Tikus bisa berkicau bagaimana caraanya ?

Ternyata Tikus bisa berkicau bagaimana caraanya ? - Halo pembaca Suara Burung Kicau, Pada artikel yang sedang kalian baca kali ini dengan judul Ternyata Tikus bisa berkicau bagaimana caraanya ?, kami telah mempersipkan artikel ini dengan sangat baik untuk kalian semua agar bisa dinikmati dan kita bisa mengambil informasi penting di dalamnya. Harapan kami adalah bahwa konten yang ada di dalam artikel Article informasi, Article sambil ngaso, yang sudah kami tulis ini bisa memberikan pengetahuan, pemahaman serta mudah untuk dipahami oleh kalian semua. Baiklah teman-teman, selamat membaca.

Judul : Ternyata Tikus bisa berkicau bagaimana caraanya ?
link : Ternyata Tikus bisa berkicau bagaimana caraanya ?

Baca juga


Ternyata Tikus bisa berkicau bagaimana caraanya ?

Lewat rekayasa genetika ilmuwan asal Jepang berhasil menciptakan tikus yang dapat berkicau. Tikus ini diciptakan lewat Evolve Mouse Project yang bertujuan untuk mempelajari evolusi bahasa manusia.

"Mutasi merupakan pemicu evolusi. Kami telah menyilangkan tikus yang direkayasa genetika selama beberapa generasi untuk melihat apa yang akan terjadi. Dari hasil mu...tasi itu kami menemukan tikus yang dapat berkicau seperti burung," kata Arikuni Uchimura, pimpinan riset.

Ternyata Tikus bisa berkicau bagaimana caraanya ? 
 
Tikus yang dapat berkicau itu lahir sebab adanya peluang yang muncul. Namun, sifat berkicau dapat diturunkan ke generasi berikutnya. Saat ini, laboratorium Pascasarjana Biosains Universitas Osaka, pimpinan Takeshi Yagi telah memiliki 100 tikus yang dapat berkicau untuk penelitian. Tim peneliti asal Jepang mengharapkan penelitian terhadap tikus ini dapat menguak bagaimana bahasa manusia berevolusi, seperti halnya penelitian terhadapa burung berkicau di Amerika.Uchimura mengatakan, "Tikus lebih baik dari burung dikarenakan tikus mamalia serta lebih dekat dengan manusia dalam struktur otak maupun aspek biologi lainnya.

Penelitian akan dilakukan dengan melihat suara yang diproduksi tikus. Menurut Uchimura, suara yang dihasilkan dapat saja merupakan ekspresi emosi atau kondisi tubuh tertentu.

Sejauh ini, penelitian menunjukkan bahwa tikus-tikus yang tumbuh bersama dengan tikus yang mampu bersiul memproduksi suara derit ultrasonik yang lebih sedikit. Artinya, komunikasi berjalan sesama kelompok tikus itu ibarat sebuah dialek berkembang.

"Saya tahu apa yang saya lakukan ini terlalu absurd, tetapi saya melakukannya dengan harapan dapat membuat Mickey Mouse suatu hari," tutur Uchimura.

sumber referensi : sains.kompas.com